SIDOARJO –KABAR NUSANTARA ID Semangat pemberantasan korupsi harus terus menyala dan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Pesan itulah yang kembali ditegaskan Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru Satriyo, S.I.P., melalui filosofi perjuangan “Tak Akan Lelah Mengejar Matahari”, sebuah simbol tekad untuk terus mengawal tegaknya hukum, memperjuangkan keadilan, serta memperkuat budaya integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Heru, tantangan pemberantasan korupsi saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan komitmen yang konsisten dari seluruh komponen bangsa. Korupsi tidak lagi dipandang hanya sebagai pelanggaran hukum semata, tetapi juga sebagai ancaman terhadap kualitas demokrasi, pembangunan nasional, pelayanan publik, hingga kepercayaan masyarakat kepada negara.
“Bila praktik korupsi terus dibiarkan, maka yang dikorbankan bukan hanya keuangan negara, tetapi juga masa depan generasi bangsa. Karena itu, pemberantasannya harus menjadi gerakan bersama yang berkesinambungan dan tidak boleh kehilangan arah,” ujar Heru.
Ia menegaskan bahwa MAKI Jawa Timur akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen dan konstruktif dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, objektivitas, serta penghormatan terhadap mekanisme hukum yang berlaku. Seluruh langkah organisasi, katanya, diarahkan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Heru menilai bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang diproses, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan hadirnya rasa keadilan, kepastian hukum, dan perlakuan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, supremasi hukum harus dijalankan secara konsisten tanpa diskriminasi, intervensi, maupun penyalahgunaan kewenangan.
Dalam menjalankan misinya, MAKI Jawa Timur tetap berpegang pada tiga prinsip utama, yaitu mengawal penegakan hukum, berani melawan korupsi, dan berjuang untuk Indonesia yang bersih. Ketiga prinsip tersebut menjadi pijakan organisasi dalam mengawasi kebijakan publik, menyampaikan aspirasi masyarakat secara konstitusional, serta mendukung terwujudnya sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Heru juga menekankan bahwa membangun budaya antikorupsi tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pengawas, media, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan masyarakat luas agar pengawasan terhadap penyelenggaraan negara berjalan semakin efektif.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik dan masukan yang bertanggung jawab serta berbasis fakta. Namun demikian, setiap dugaan pelanggaran hukum harus tetap diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sebagai bagian dari prinsip negara hukum.
Bagi Heru, semangat “Tak Akan Lelah Mengejar Matahari” bukan sekadar slogan motivasi, melainkan cerminan komitmen bahwa perjuangan menegakkan keadilan harus terus dilakukan meski menghadapi berbagai tantangan. Matahari dimaknai sebagai simbol harapan, kebenaran, dan keadilan yang harus terus diupayakan agar sinarnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Menutup keterangannya, Heru Satriyo kembali menegaskan filosofi yang menjadi napas perjuangan MAKI Jawa Timur.
> “Kami tidak takut berjalan sendiri, karena kami berjalan untuk kebenaran. Kami tidak akan berhenti, sampai Matahari Keadilan bersinar untuk semua.”
Menurut Heru, kalimat tersebut merupakan komitmen moral yang akan terus menjadi pegangan organisasi dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat.
“Perjuangan melawan korupsi bukanlah perlombaan yang memiliki garis akhir. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga amanah rakyat, memperkuat integritas bangsa, dan memastikan hukum benar-benar menjadi panglima. Selama cita-cita Indonesia yang bersih, transparan, dan berkeadilan belum sepenuhnya terwujud, MAKI Jawa Timur akan terus hadir sebagai mitra kritis masyarakat dalam mengawal penegakan hukum secara objektif, profesional, dan berintegritas,” pungkas Heru Satriyo (Dd).













