GRESIK – KABAR NUSANTARA ID Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik di bawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus memperkuat transformasi pelayanan pemasyarakatan melalui berbagai program yang berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar warga binaan. Salah satu implementasi nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembagian paket perlengkapan mandi kepada seluruh warga binaan yang berlangsung di Aula Dalam Rutan Gresik pada Selasa (21/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan setiap warga binaan memperoleh hak dasar secara layak selama menjalani proses pembinaan. Selain memenuhi kebutuhan kebersihan pribadi, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk membangun budaya hidup bersih, sehat, disiplin, serta meningkatkan kualitas lingkungan hunian di dalam rutan.
Sejak pagi hari, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar di bawah pengawasan petugas. Warga binaan menerima paket perlengkapan mandi sesuai data administrasi yang telah diverifikasi sebelumnya sehingga proses distribusi berjalan tepat sasaran, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Paket yang dibagikan berisi berbagai kebutuhan dasar kebersihan pribadi yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan warga binaan sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih bersih, nyaman, sehat, dan kondusif sehingga mendukung keberhasilan seluruh program pembinaan yang sedang dijalankan.
Pembagian paket secara simbolis dilakukan oleh Kepala Subseksi Pengelolaan, Ryan Wilda Rachman Faraby, sebelum dilanjutkan kepada seluruh warga binaan berdasarkan daftar penerima yang telah disusun melalui proses pendataan dan verifikasi secara cermat.
Untuk menjaga akuntabilitas pelayanan, setiap warga binaan diwajibkan mengisi dan menandatangani bukti penerimaan sebelum memperoleh paket perlengkapan mandi. Mekanisme tersebut juga dimanfaatkan sebagai proses crosscheck jumlah penghuni di setiap kamar hunian sehingga seluruh data tetap akurat dan distribusi berlangsung secara transparan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Rutan Gresik dalam menerapkan sistem administrasi yang profesional serta memastikan seluruh hak dasar warga binaan dipenuhi secara merata tanpa diskriminasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan fungsi pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan manusia secara utuh.
Menurutnya, kebersihan diri memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter agar warga binaan memiliki kedisiplinan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan.
“Pemenuhan hak dasar warga binaan merupakan tanggung jawab yang harus kami laksanakan secara optimal, termasuk penyediaan perlengkapan mandi. Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat di dalam Rutan. Kebersihan bukan hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karakter agar warga binaan memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya,” tegas Eko Widiatmoko.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak hanya diukur dari terlaksananya program pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan memenuhi seluruh hak dasar warga binaan secara konsisten.
Oleh karena itu, Rutan Gresik akan terus mengembangkan berbagai program pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan warga binaan, mulai dari pelayanan kesehatan, pembinaan mental dan spiritual, pelatihan keterampilan kerja, pembinaan kemandirian, hingga pemenuhan kebutuhan dasar sebagai bagian dari pelayanan publik yang prima.
Lebih lanjut, Eko menilai bahwa lingkungan hunian yang bersih dan sehat akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik, kenyamanan psikologis, stabilitas keamanan, serta efektivitas pelaksanaan program pembinaan. Lingkungan yang kondusif diyakini mampu mendorong warga binaan menjalani masa pidana dengan lebih baik sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Ia berharap budaya hidup bersih yang ditanamkan selama menjalani masa pembinaan dapat terus menjadi kebiasaan positif setelah warga binaan memperoleh kebebasannya. Dengan bekal kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta karakter yang lebih baik, mereka diharapkan mampu menjalani proses reintegrasi sosial secara optimal dan kembali menjadi pribadi yang produktif.
Melalui kegiatan pembagian perlengkapan mandi tersebut, Rutan Kelas IIB Gresik kembali menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan modern bukan hanya berorientasi pada aspek pengamanan, tetapi juga pada penghormatan terhadap martabat manusia, perlindungan hak-hak dasar, peningkatan kualitas hidup, serta pembentukan karakter yang berkelanjutan.
Program ini sekaligus memperkuat komitmen Rutan Gresik dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Dengan pelayanan yang semakin berkualitas serta lingkungan hunian yang sehat, aman, dan nyaman, Rutan Gresik optimistis proses pembinaan akan berjalan semakin efektif dalam mencetak warga binaan yang lebih disiplin, mandiri, bertanggung jawab, berkarakter, dan siap kembali memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa (Dd).













