GRESIK –KABAR NUSANTARA ID Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, terus mempertegas komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pengembangan keterampilan yang mampu meningkatkan kualitas hidup warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan jepit rambut dan dompet koin, sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas dan kewirausahaan.
Kegiatan yang digelar di Aula Rutan Kelas IIB Gresik pada Selasa (14/7/2026) itu terlaksana berkat kolaborasi antara Rutan Gresik dengan PT Arta Jayendra Perkasa sebagai mitra pembinaan. Sinergi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha, sekaligus mendorong lahirnya warga binaan yang memiliki bekal kompetensi dan daya saing ketika kembali ke masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, warga binaan memperoleh bimbingan langsung dari instruktur profesional yang memberikan materi secara bertahap, mulai dari pengenalan bahan, teknik pembuatan, proses perakitan, hingga tahap penyelesaian produk. Melalui proses tersebut, peserta mampu menghasilkan berbagai produk kerajinan yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan peluang untuk dipasarkan.
Semangat belajar yang ditunjukkan para peserta menjadi gambaran keberhasilan proses pembinaan yang berlangsung di Rutan Gresik. Warga binaan mengikuti setiap sesi dengan antusias, mengasah kreativitas, ketelitian, dan keterampilan kerja yang diharapkan dapat menjadi modal penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Menurutnya, setiap warga binaan perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.
«”Pembinaan di Rutan tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pada peningkatan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Melalui pelatihan ini kami ingin membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat menjadi modal untuk bekerja ataupun berwirausaha setelah mereka bebas nantinya. Harapannya, mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi secara positif,” ujar Dhimas.»
Ia menambahkan, keberhasilan program pembinaan tidak dapat dilepaskan dari dukungan para mitra yang memiliki kepedulian terhadap proses pemberdayaan warga binaan. Oleh karena itu, kerja sama dengan PT Arta Jayendra Perkasa diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak pelatihan keterampilan yang dapat diselenggarakan sesuai perkembangan kebutuhan industri kreatif dan dunia kerja.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, dan produktivitas peserta, pada penghujung kegiatan Plh. Kepala Rutan Gresik Dhimas Isdwiyono, didampingi Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Anggi Fauzi, menyerahkan premi kepada warga binaan yang telah mengikuti pelatihan. Penghargaan tersebut menjadi motivasi agar mereka terus meningkatkan kemampuan serta mempertahankan semangat berkarya selama menjalani proses pembinaan.
Pelatihan keterampilan ini menjadi salah satu implementasi nyata pembinaan berbasis pemberdayaan yang menempatkan warga binaan sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang, berinovasi, dan berkontribusi secara positif setelah kembali ke lingkungan sosialnya. Melalui keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi risiko mengulangi tindak pidana.
Sejalan dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rutan Kelas IIB Gresik terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Dengan bekal keterampilan, pengalaman, serta mental kewirausahaan yang terus dibangun, warga binaan diharapkan mampu membuka lembaran kehidupan baru sebagai pribadi yang mandiri, produktif, berdaya saing, serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa (Dd).













