“Benteng Rutan Dalam Pengawasan: Ditjenpas Jatim Gelar Operasi Senyap, Tegaskan Nol Toleransi Halinar di Surabaya”

Oplus_131072

Sidoarjo –Kabar Nusantara Id Upaya memperkuat sistem keamanan dan menutup seluruh celah peredaran barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan kembali diperketat melalui pelaksanaan razia gabungan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya, Rabu (1/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur dalam mewujudkan target zero Halinar (handphone, pungutan liar, dan narkotika).

Razia dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, didampingi Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal, Efendi Wahyudi, serta Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo. Kegiatan ini melibatkan Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Kanwil Ditjenpas Jawa Timur bersama jajaran pengamanan rutan, dengan sasaran pemeriksaan menyeluruh di seluruh kamar hunian warga binaan.

Pelaksanaan razia ini merupakan implementasi nyata dari 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pemberantasan narkotika serta berbagai modus kejahatan penipuan yang kerap berkembang di dalam lapas dan rutan. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut atas keberhasilan petugas yang sebelumnya menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang oleh seorang pengunjung pada pagi hari sebelum razia digelar.

Penguatan pola pengawasan berlapis menjadi sorotan dalam kegiatan ini, mulai dari pintu masuk, area layanan, hingga blok hunian warga binaan. Sistem tersebut dirancang untuk menutup setiap potensi celah yang dapat dimanfaatkan untuk memasukkan barang-barang terlarang ke dalam lingkungan rutan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, menegaskan bahwa razia gabungan ini merupakan langkah serius dalam menjaga integritas dan stabilitas sistem pemasyarakatan, bukan sekadar agenda rutin tanpa dampak.

Ia menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi peredaran barang terlarang di dalam lapas maupun rutan. Menurutnya, kekuatan utama dalam menjaga keamanan terletak pada deteksi dini, konsistensi pengawasan, serta soliditas dan disiplin seluruh jajaran petugas di lapangan.

Kusnali juga mengapresiasi pelaksanaan razia yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan jajaran pemasyarakatan di Jawa Timur dalam memperkuat sistem pengamanan, meningkatkan profesionalisme petugas, serta membangun lingkungan pemasyarakatan yang semakin bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik (Dd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *