Gresik, – Kabar Nusantara Id Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, memperkuat sistem deteksi dini penyakit menular melalui pelaksanaan skrining HIV massal bagi warga binaan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (1/7/2026) sebagai wujud sinergi antara Rutan Gresik dengan Puskesmas Cerme serta Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Timur.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam menjaga stabilitas kesehatan lingkungan pemasyarakatan sekaligus memastikan seluruh warga binaan memperoleh hak layanan kesehatan secara layak, merata, dan berkesinambungan.
Dalam pelaksanaannya, tim medis gabungan melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang mencakup pemeriksaan kondisi umum serta skrining HIV secara sukarela. Seluruh rangkaian kegiatan dijalankan sesuai standar prosedur medis, dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan pasien, etika pelayanan kesehatan, serta pendekatan humanis terhadap warga binaan.
Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga disertai edukasi kesehatan yang menitikberatkan pada pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat, peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit menular, serta pemahaman risiko dan pencegahan HIV. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif agar warga binaan mampu menjaga kesehatan diri dan lingkungan secara lebih bertanggung jawab.
Pelaksana Harian Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa upaya deteksi dini merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan dan kesehatan lingkungan pemasyarakatan.
“Deteksi dini adalah langkah paling penting untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau dengan baik. Kami berkomitmen menciptakan lingkungan rutan yang sehat, aman, dan bebas dari penyakit menular. Sinergi dengan Puskesmas Cerme dan PKBI Jawa Timur menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan yang terus kami optimalkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan skrining ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya pemeriksaan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana edukasi preventif yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara Rutan Gresik, Puskesmas Cerme, dan PKBI Jawa Timur menjadi cerminan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung layanan kesehatan publik di lingkungan pemasyarakatan. Kehadiran tenaga medis profesional memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan efektif, akurat, dan sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku.
Rutan Gresik juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara berkelanjutan. Penguatan kerja sama dengan berbagai instansi kesehatan menjadi strategi penting dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman, dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, deteksi dini penyakit menular diharapkan semakin efektif dalam menekan potensi penyebaran infeksi di dalam rutan, sekaligus memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian penyakit secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan (Dd).













