Kakanwil Canangkan Revolusi Integritas di Ditjenpas Jatim, Aparatur Diminta Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Kepercayaan Publik

Oplus_131072

SIDOARJO –KABAR NUSANTARA ID Semangat pembenahan dan penguatan kinerja pemasyarakatan di Jawa Timur mulai digaungkan secara tegas oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali. Dalam apel pagi perdana yang dipimpinnya di halaman Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Senin (22/6/2026), Kusnali mengirimkan pesan kuat kepada seluruh jajaran bahwa era baru pemasyarakatan harus dibangun di atas fondasi integritas, profesionalisme, disiplin, dan pelayanan publik yang berkualitas.

Apel yang dihadiri seluruh pejabat struktural, pegawai, dan aparatur pemasyarakatan tersebut menjadi momentum penting dalam menegaskan arah kebijakan sekaligus memperkuat komitmen organisasi menghadapi tantangan pemasyarakatan yang semakin kompleks dan dinamis.

Dalam amanatnya, Kusnali menegaskan bahwa keberhasilan sebuah institusi pemerintah tidak hanya diukur dari pencapaian program kerja, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat yang berhasil dibangun. Karena itu, seluruh insan pemasyarakatan dituntut menjadikan integritas sebagai nilai utama dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.

“Pelayanan yang berkualitas dimulai dari integritas. Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama yang harus dijaga melalui kinerja yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tegas Kusnali di hadapan peserta apel.

Menurutnya, integritas merupakan pondasi yang menentukan kualitas pelayanan publik. Tanpa integritas, berbagai program dan kebijakan yang dijalankan tidak akan mampu menghasilkan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat maupun organisasi.

Kusnali menilai bahwa pemasyarakatan saat ini memiliki peran yang semakin strategis dalam sistem hukum nasional. Selain bertugas melakukan pembinaan terhadap warga binaan, institusi pemasyarakatan juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial, mendukung keamanan, serta memastikan proses reintegrasi sosial berjalan secara efektif.

Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat sinergi antarsatuan kerja agar tujuan pemasyarakatan dapat tercapai secara optimal.

“Pemasyarakatan harus hadir sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Setiap pegawai harus mampu menunjukkan dedikasi, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah yang diberikan negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kusnali mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik menuntut aparatur pemasyarakatan untuk terus beradaptasi. Aparatur tidak hanya dituntut bekerja sesuai prosedur, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan.

Menurutnya, reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan hanya dapat berjalan efektif apabila didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Kusnali juga mengajak seluruh pegawai untuk membangun budaya kerja yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan sinergi dari seluruh unsur, mulai dari pimpinan hingga pelaksana di lapangan.

Selain menjadi sarana penyampaian arah kebijakan, apel pagi perdana itu juga dirangkaikan dengan prosesi pelepasan dua pegawai Kanwil Ditjenpas Jawa Timur yang mendapat mutasi dan akan melanjutkan pengabdian di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai prosesi tersebut. Pelepasan dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan kedua pegawai selama bertugas di lingkungan Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur.

Kusnali menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian penting dari strategi organisasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat pelayanan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan.

“Mutasi merupakan bagian dari pengembangan karier sekaligus penguatan organisasi. Saya berharap rekan-rekan dapat terus menjaga integritas, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik di satuan kerja yang baru,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa penempatan pegawai berdasarkan kebutuhan organisasi merupakan langkah strategis untuk memastikan pemerataan kompetensi dan efektivitas pelaksanaan tugas di seluruh unit kerja. Dengan demikian, kualitas pelayanan dan pembinaan yang diberikan kepada masyarakat dapat terus meningkat.

Lebih jauh, Kusnali menekankan bahwa keberhasilan pemasyarakatan ke depan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Karena itu, setiap aparatur harus terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai profesionalisme dan etika kerja.

Apel pagi perdana tersebut menjadi simbol dimulainya penguatan budaya organisasi di lingkungan Ditjenpas Jawa Timur. Sebuah budaya yang menempatkan integritas sebagai identitas, profesionalisme sebagai standar kerja, dan pelayanan publik sebagai tujuan utama.

Di bawah kepemimpinan Kusnali, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur menegaskan tekad untuk menghadirkan sistem pemasyarakatan yang semakin modern, humanis, transparan, dan terpercaya. Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan semangat pengabdian, kolaborasi, dan integritas yang terus diperkuat, Ditjenpas Jawa Timur optimistis mampu menjawab berbagai tantangan pemasyarakatan masa depan serta menghadirkan pelayanan yang semakin berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Apel perdana ini bukan sekadar agenda rutin awal pekan, melainkan deklarasi kuat bahwa pemasyarakatan Jawa Timur tengah memasuki babak baru yang berorientasi pada peningkatan kinerja, penguatan integritas, dan pembangunan kepercayaan publik secara berkelanjutan (Dd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *