SIDOARJO – KABAR NUSANTARA ID Upaya memperkuat pemberantasan peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan kembali mendapat apresiasi. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, memberikan penghargaan kepada tiga pegawai Lapas Kelas IIA Banyuwangi atas keberhasilan mereka menggagalkan upaya penyelundupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi, integritas, dan profesionalisme petugas dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan lapas.
Penghargaan diserahkan pada apel pagi yang berlangsung di Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, Senin (13/7/2026). Selain menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja para petugas, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat semangat seluruh jajaran pemasyarakatan agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penyelundupan barang terlarang yang semakin beragam.
Keberhasilan itu bermula ketika petugas mendeteksi adanya upaya penyelundupan narkotika menggunakan modus pelemparan dari luar tembok Lapas Kelas IIA Banyuwangi pada Jumat (3/7/2026). Berkat kesiapsiagaan, ketelitian, dan koordinasi yang baik, petugas mampu menggagalkan aksi tersebut sebelum barang bukti berhasil masuk ke dalam area lapas.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan 24 paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 63,96 gram dan berat bersih 60,60 gram. Selain itu, turut diamankan 31 butir pil ekstasi dengan berat bersih 11,66 gram. Hasil pengamanan tersebut menunjukkan bahwa berbagai upaya penyelundupan masih terus dilakukan oleh pelaku dengan beragam cara, sehingga diperlukan pengawasan yang konsisten dan berlapis.
Keberhasilan petugas Lapas Kelas IIA Banyuwangi menjadi salah satu indikator bahwa penguatan sistem keamanan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan mampu memberikan hasil nyata. Integritas, disiplin, dan kepedulian setiap petugas menjadi faktor penting dalam menjaga lembaga pemasyarakatan dari ancaman peredaran narkotika.
Dalam arahannya, Kusnali menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi atas keberanian dan pengabdian petugas dalam menjalankan amanah negara. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik dan komitmen seluruh jajaran dalam menjaga marwah institusi pemasyarakatan.
«”Apresiasi ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan keberanian petugas dalam menjalankan tugas. Saya berharap semangat ini terus dipertahankan sehingga komitmen mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dapat terus terjaga,” ujar Kusnali.»
Ia menegaskan bahwa integritas harus menjadi nilai utama yang melekat pada setiap insan pemasyarakatan. Seluruh petugas dituntut untuk selalu waspada, meningkatkan profesionalisme, serta tidak memberikan ruang sekecil apa pun bagi masuknya narkotika maupun barang terlarang ke dalam lapas dan rumah tahanan.
Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mengoptimalkan sistem keamanan, serta memberikan penghargaan kepada pegawai yang menunjukkan prestasi dan dedikasi dalam mendukung Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Penghargaan kepada petugas berprestasi diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja yang positif sekaligus memotivasi seluruh jajaran agar terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengamanan.
Ke depan, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur menargetkan penguatan sinergi, pengawasan, dan peningkatan kapasitas petugas agar setiap potensi gangguan keamanan, termasuk upaya penyelundupan narkotika, dapat dicegah secara dini. Dengan langkah tersebut, cita-cita mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran gelap narkotika diharapkan semakin kokoh dan berkelanjutan (Dd).













