Bekali Masa Depan dari Balik Jeruji, Rutan Gresik Perkuat Revolusi Pembinaan Warga Binaan Melalui Teknologi Pembenihan Lele

GRESIK –KABAR NUSANTARA ID Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, terus mempertegas komitmennya dalam menghadirkan sistem pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kompetensi warga binaan. Tidak lagi sekadar menjalani masa pidana, warga binaan kini dipersiapkan menjadi individu yang memiliki keterampilan, daya saing, serta peluang usaha melalui pelatihan teknologi pembenihan ikan lele yang digelar bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Program pembinaan kemandirian yang berlangsung di Aula Dalam Rutan Gresik, Jumat (3/7), menjadi salah satu implementasi nyata transformasi pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan keterampilan sebagai fondasi utama proses reintegrasi sosial. Melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi, Rutan Gresik menghadirkan pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif sekaligus relevan dengan kebutuhan dunia usaha, khususnya sektor budidaya perikanan yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik menyampaikan materi secara komprehensif mengenai teknik pembenihan ikan lele sebagai tahapan vital dalam menciptakan budidaya yang produktif dan berkelanjutan. Materi yang diberikan mencakup teknik membedakan indukan lele jantan dan betina, proses seleksi indukan unggul, penggunaan hormon ovaprim untuk mempercepat pematangan gonad sebelum pemijahan, hingga penerapan metode hipofisa yang dinilai mampu meningkatkan tingkat keberhasilan reproduksi ikan lele secara optimal.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh semangat. Warga binaan mengikuti setiap sesi dengan antusias, aktif berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik pembenihan, pengelolaan indukan, hingga strategi mengembangkan usaha budidaya ikan lele sebagai sumber penghasilan yang berkelanjutan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Penyampaian materi yang sistematis, sederhana, dan mudah dipahami membuat peserta memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya proses pembenihan sebagai penentu keberhasilan usaha budidaya. Bekal keterampilan tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan investasi jangka panjang yang menjadi bagian penting dari sistem pemasyarakatan modern. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari perubahan perilaku, tetapi juga dari kemampuan warga binaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik melalui keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang memiliki nilai manfaat dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Gresik menjadi wujud sinergi yang sangat positif dalam menghadirkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif bagi warga binaan. Harapannya, ilmu budidaya ikan lele yang diberikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga dapat menjadi bekal usaha mandiri sehingga warga binaan lebih siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif,” ujar Dhimas.

Ia menambahkan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pembinaan karena mampu menghadirkan pendekatan akademis yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang melalui berbagai program pelatihan lain yang mampu meningkatkan kompetensi warga binaan di berbagai sektor produktif.

Program pembinaan ini menjadi bukti nyata bahwa Rutan Gresik terus bergerak menghadirkan perubahan paradigma pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada masa depan. Warga binaan dipandang sebagai individu yang memiliki potensi untuk berkembang dan diberdayakan sehingga mampu kembali ke masyarakat dengan keterampilan, pengalaman, serta mental kewirausahaan yang lebih kuat.

Ke depan, Rutan Gresik akan terus memperluas jejaring kemitraan dengan institusi pendidikan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperkaya program pembinaan berbasis kompetensi. Melalui langkah tersebut, Rutan Gresik optimistis dapat melahirkan warga binaan yang tidak hanya siap menjalani kehidupan baru setelah bebas, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial di tengah masyarakat (Dd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *